Detail Cantuman Kembali

XML

PROFIL EFEK SAMPING DAN KAUSALITASNYA PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI ORAL DI BEBERAPA APOTEK WILAYAH SURABAYA


Banyaknya jumlah penduduk menjadi salah satu faktor masalah kependudukan. Sehingga, pemerintah mengadakan program KB (Keluarga Berencana) guna mengendalikan jumlah penduduk yang terus meningkat. Kontrasepsi oral ialah pilihan jenis KB terbanyak di Indonesia, meski begitu tidak sedikit yang mengeluhkan efek samping Kontrasepsi oral. Salah satu alat untuk menganalisis efek samping ialah metode Algoritma Naranjo. Metode Naranjo dilakukan dengan memberikan pilihan jawaban “Ya”, “Tidak” serta “Tidak tahu”. Penelitian ini dijalankan melalui cara pendekatan langsung dengan jenis riset prospektif deskriptif observasional dengan jenis metode riset cross- sectional. Data yang diambil dijalankan secara random sampling, yang telah dilakukan di apotek Keputih, Primadana, Semolowaru, dan Klampis Farma pada bulan Agustus hingga Desember 2022. Pada hasil penelitian diperoleh 110 akseptor kontrasepsi oral yang sesuai kualifikasi inklusi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa akseptor kontrasepsi oral yang masing-masing mengalami efek samping peningkatan berat badan, amenore, sakit kepala, kulit wajah berminyak, pendarahan, nyeri payudara, dan sakit perut. Akseptor berusia 15-27 tahun (18,18%) dan 28-38 tahun (81,82%). Tiga efek samping terbanyak ialah peningkatan berat badan (83,64%), amenore (63,64%) dan pusing (62,73%) dengan rata-rata skor naranjo yang didapat 4,15. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa efek samping obat kontrasepsi oral termasuk kategori mungkin atau Possible.
PRASETYO, YOGI - Personal Name
6B.S-Far Pra p 05-23
6B.S-Far Pra p 05-23
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2023
Surabaya
xii, 63p.; ill.; tab.; 30cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...